Pengantar Teknologi
Game
Game adalah permainan
video yang dapat kita mainkan pada konsol permainan. Developer game yang
membuat game sering kali berhubungan dengan yang lainnya seperti para ahli
desain grafis dan publisher. Saat ini semakin banyak game yang bermuculan
dengan resolusi grafis yang lebih nyata, di karenakan dukungan dari mesin video
game saat ini.
Para publisher game
merilis game mereka dengan menambahkan rating game untuk anak , ramaja dan
dewasa, yaitu :
- ·
EC (Earlychilghood)
- ·
E (Everyone
- ·
E10+ (Everyone 10+)
- ·
T (Teen)
- ·
M (Mature)
Jenis Game
- 1.
Action – Shooting , game yang intinya
tembak menembak inti merupakan game yang sangat di gemari.
- 2.
Action – Adventure, game yang mempunyai
cerita sangant menarik sehinnga para gamer tidak akan bosen. Di dalamnya
termasuk ada juga tembak menembak.
- 3.
Simulasi, game yang di buat meneyrupai
kehidupan manusia.
- 4.
Sports, game yang bertemakan tentang
semua olahraga sehinnga kita dapat memainkan tim olahraga.
Konsep Game
Proses
pengembangan game bervariasi tergantung pada perusahaan dan proyek. Namun
perkembangan game komersial biasanya meliputi tahapan sebagai berikut.
1.Pre-Production
Fase awal perkembangan game sering ditandai oleh rendahnya kualitas grafis. Hal
ini benar terutama dari berbagai permainan prototipe. Produsen game bekerja
selama pra-produksi yang umumnya terkait dengan perencanaan jadwal, anggaran
& perkirakan tugas dalam tim. Melakukan produser ini bertujuan untuk
membuat rencana produksi yang padat sehingga produksi dapat dimulai bila
diperlukan tanpa penundaan.
2.Production
Produksi mainstream biasanya didefinisikan sebagai periode waktu ketika proyek
sepenuhnya dikerjakan. Programmer menulis banyak kode baru, artis game
mengembangkan aset permainan seperti sprite, unsur permainan model 3D. Sound insinyur
mengembangkan efek suara dan komposer musik untuk mengembangkan game. Desainer
menciptakan tingkat lanjutan dan kenyamanan mata saat memainkan game tersebut
dan penulis menulis dialog untuk cutscenes dan NPC.
Sementara
itu, desainer game menerapkan dan memodifikasi desain game untuk mencerminkan
visi sebuah game. Fitur dan level seringkali dihapus atau ditambahkan. Gaya
seni yang ada bisa dikembangan dan backstory mungkin dirubah. Platform baru
mungkin saja menargetkan game dengan demografis baru. Semua perubahan ini harus
didokumentasikan dan tersebar ke seluruh tim. Sebagian besar perubahan terjadi
sebagai pembaruan dokumen desain.
Dari
sudut pandang waktu, level pertama dari game bisa memakan waktu yang lama untuk
dikembangkan. Sebagai desainer dan artis menggunakan alat-alat untuk membangun
level, mereka meminta fitur dan perubahan yang lebih cepat dan memungkinkan
untuk pengembangan dengan kualitas yang lebih tinggi. Memperkenalkan fitur baru
dapat menyebabkan level lama menjadi usang, sehingga level awal bisa
dikembangkan berkali-kali. Karena lingkungan dinamis pada pengembangan game,
desain level awal dapat juga berubah seiring berjalannya waktu. Hal ini tidak
jarang menghabiskan lebih dari dua belas bulan pada satu level game yang
dikembangkan selama 3 tahun. Level selanjutnya dapat dikembangkan jauh lebih
cepat sebagai set fitur yang lebih lengkap dan visi permainan yang lebih jelas
dan lebih stabil.
3.Testing(pengujian)
Staf pengujian paling banyak diandalkan pada akhir proyek karena mereka tidak
hanya perlu untuk menguji fitur baru yang ditambahkan, level dan perbaikan bug,
tapi mereka juga perlu melakukan pengujian regresi untuk memastikan bahwa
fitur-fitur yang telah ada ditempatnya selama berbulan-bulan bisa beroperasi
dengan benar. Hal ini juga sering ketika fitur dan level sedang selesai pada
level tertinggi, sehingga ada lebih banyak materi baru yang akan diuji daripada
waktu lainnya dalam proyek. Pengujian regresi merupakan salah satu tugas paling
penting yang dibutuhkan untuk pengembangan software yang efektif.
4.Penyelesaian
Setelah game dibuat, beberapa developer akan memberikan waktu kompensasi untuk
anggota tim (mungkin sampai satu atau dua minggu) untuk mengkompensasi lembur
dalam menyelesaikan permainan, meskipun kompensasi ini bukanlah suatu standar.
5.Pemeliharaan
Konsol game dulu dianggap 100% lengkap sehingga tidak mungkin adanya masalah
atau bug. Namun, dengan pengenalan konsol yang bisa online seperti Xbox 360,
PlayStation 3 dan Wii sebagian besar game menerima patch dan perbaikan setelah
karena adanya bug dan masalah-masalah kecil, seperti game komputer.
Sementara
konsol game dapat dikembangkan untuk kumpulan komponen yang berhingga, game
komputer dapat memiliki konflik dengan berbagai konfigurasi hardware pengguna.
Developer mencoba untuk menjelaskan konfigurasi yang paling umum, tetapi tidak
dapat mengantisipasi semua sistem permainan yang mungkin mereka coba. Hal ini
merupakan penerapan umum untuk pengembang game komputer untuk merilis patch.
Patch ini digunakan untuk dikirimkan kepada pengguna melalui floppy disk,
tetapi sekarang umumnya tersedia untuk didownload melalui situs web pengembang.
6.Durasi
Game modern bisa memakan waktu 1-3 tahun untuk menyelesaikannya. Lamanya suatu
pengembangan bergantung pada sejumlah faktor, seperti genre, skala, platform
pengembangan dan jumlah aset. Sebagai contoh, sebuah game puzzle yang sederhana
dengan menggunakan grafik 2D akan jauh lebih sedikit memakan waktu untuk
dikembangkan daripada game role-playing komputer 3D.
Pertimbangan
lainnya adalah penggunaan mesin game middleware. Mengembangkan mesin 3D dari
bawah ke atas membutuhkan waktu lebih banyak daripada menggunakan paket
middleware yang ada Cots (commercial, off-the-shelf) seperti Gamebryo atau
RenderWare. Sebagai contoh, Gas Powered Games mengembangkan sebuah mesin 3D
kustom untuk permainan mereka Dungeon Siege. Pengembangannya memakan waktu 3
tahun. Firaxis menggunakan mesin game Gamebryo untuk permainan mereka Sid
Meier’s Pirates! yang dikembangkan selana 2 tahun kurang.
Software
Pembuatan Game
1.
Adventure Maker Free Edition
Anda tak perlu
melakukan scripting atau pemrograman untuk dapat membuat game. Yang perlu Anda
lakukan hanya mengimpor gambar ke aplikasi, menambah sejumlah titik untuk
menghubungkan gambar dengan gambar lainnya, dan proses selanjutnya dilakukan
oleh aplikasi.
2.
3D Game Studio
Aplikasi ini menyediakan kemudahan dalam membangun game baik 2D maupun
3D, khususnya RPG (Role Playing Game). Bahkan dengan aplikasi ini, pengguna
dapat membangun game berbasis format multiplayer, meskipun belum mendukung
tampilan tiga dimensi.
3.
Adventure Game Studio
Selain menyediakannya secara gratis, pembuat game ini juga memberikan
tutorial komplet mulai dari awal hingga tingkat lanjut secara step-by-step.
Selain itu, tersedia pula resources page di situs web sang pembuat untuk
mengakses tip dan trik pengelolan program.
4.
Game Maker
Aplikasi ini adalah aplikasi yang dapat Anda gunakan untuk membuat
beragam macam game untuk diinstall di PC. Mulai dari game berbentuk maze
(labirin dengan konsep permainan bak puzzle), tembak-menembak, hingga permainan
bertampilan tiga dimensi, dan first person shooter.
5.
Jump Craft
Seperti aplikasi game creator yang kami bahas di sini, Jump Craft
memungkinkan kita membuat game dengan mengeklik-tarik komponen game ke area
pembuatan game. Ya, semudah itu. Selain itu, ada pula fasilitas untuk
pemrograman sederhana, sebagai ajang tambahan untuk belajar programming.
Sumber :
http://partoxnusa.blogspot.com/2012/01/6-aplikasi-pembuat-game-terbaik-untuk.html
http://ilhamsk.com/pengantar-teknologi-game/